Analisis Gagal Panen Padi Akibat Serangan Hama Sundep (Scirpophaga innotata) di Kota Serang, Banten
DOI:
https://doi.org/10.24036/liefde.v4i2.110Keywords:
gagal panen, hama sundep, Scirpophaga innotata, pengendalian hama terpadu, produktivitas padiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab gagal panen padi akibat serangan hama penggerek batang (Scirpophaga innotata) di Kota Serang, Banten, serta mengkaji upaya pengendalian yang dilakukan petani dan dampaknya terhadap hasil produksi. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi di lahan pertanian seluas ±26 hektare pada April 2026. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan didukung studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan produktivitas dari 6–7 ton/ha menjadi hanya ±1 ton/ha akibat serangan hama. Faktor utama pemicu serangan adalah keterlambatan dan ketidaksinkronan waktu tanam. Meskipun petani meningkatkan frekuensi penyemprotan pestisida hingga delapan kali dan telah menggunakan teknologi drone, pengendalian tersebut belum efektif karena diduga terjadi resistensi hama serta ketidaktepatan waktu aplikasi. Dampak gagal panen mencapai kehilangan hasil 80–85%, yang secara signifikan menurunkan pendapatan petani. Sehingga, diperlukan pendekatan pengendalian hama terpadu (PHT) yang lebih komprehensif, termasuk penanaman serempak dan pemanfaatan musuh alami, untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

